10.01.2012

Inside AdSense: Social Fridays: Track and measure the performance ...

Every Friday, we’re posting Google+ tips to help publishers make the most of all of the features and resources available. Be sure to check back each week for the latest in our educational Social Fridays series!

We know publishers love metrics, and so following on last week's look at Google+ Ripples, today we’ll show you how you can analyze the impact of your Google+ page with Social Reports in Google Analytics.

If you’re already using Analytics to measure traffic to and interaction with your pages, be sure to use Social Reports to analyze your social media efforts. The Social Sources report will show you the social networks that are driving traffic to your site or any specific page, and help you identify which content is popular across various networks. In addition, you can compare the time spent on your site by visitors coming from various networks to see where engagement is the highest.

Also be sure to visit the Social Sharing report to gain an understanding of which of your social media share buttons are being clicked and for which content. Analytics will automatically report the +1 activity you receive from visitors on your site, and other social plug-ins can be easily adapted to report to Analytics.





Give these reports a try to gain a better understanding of how your social efforts are impacting user engagement. Have you made any updates to your content or your +page after viewing these reports? Visit our AdSense +page to share your tips with other readers. 

Now that you know how to monitor your success with Google+, tune in next week when we’ll share a publisher case study. Have a great weekend!

Posted by Arlene Lee - Inside AdSense Team

12.22.2010

Nasuha, Anak Alim yang Kini Menjadi Bek Garuda


Berawal dari mengikuti kejuaraan sepak bola antar kampung, Muhammad Nasuha, 26 tahun salah satu bek tim Garuda, kini dikenal sebagai pemain lini kiri yang siap menghadang kekuatan lawan. Pergerakan dan akselerasi pemain Persija Jakarta itu juga kerap mengancam pertahanan lawan. Meski tak mencetak gol dalam dalam piala AFF 2010, Nasuha merupakan salah satu bintang tim Garuda. Tak heran bila dia dianggap sebagai pemain serba-bisa. 

Anak ke tiga dari tujuh bersaudara dari pasangan Muhammad Yasin, 55 tahun dan Siti Raisha 50 tahun, yang tinggal di Kampung Kamalaka, Desa Panggung Jati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang itu juga dikenal sosok saleh. “Meski sejak usia tujuh tahun dia kerap mengikuti turnamen, Nasuha tidak pernah meninggalkan salat dan mengaji,” kata Siti Raisha, ibu Nasuha, kepada Tempo, Rabu, (22/12).

Pada tahun 2001, Muhammad Nasuha berganung dengan timnas. Kala itu, klub Krakatau Steel (KS) tertarik merekrut Nasuha karena melihat aksi-aksi Nasuha di turnamen antar-kampung. Sejak itu, karir Na¬suha terus meroket. Meski demikian, Nasuha tetap dikenal sebagai sosok yang ramah dan rendah hati.
Hal ini bisa dilihat dari keadaan rumah keluarga Nasuha di Taktakan, Kota Serang, yang terbilang cukup sederhana dan jauh dari kesan mewah. “Saya bangga dengan kerendahan hati anak saya. setiap kali ia mau bertanding, ia selalu menelepon orang tua untuk minta doa restu,” ujar Raisha saat ditemui di kediamannya.

Sejak kecil, Nasuha, sudah memperlihatkan bakatnya sebagai pemain bola. “Bahkan di berbagai even tingkat daerah aksinya selalu memukau para penonton,” kata Agum, salah seorang kawan bermain sepakbola semasa kecil.

Di mata adik-adiknya, Nasuha juga dikenal sebagai sosok panutan. “Sejak di SD hingga SMP, dia selalu menjadi juara kelas,” kata adik kandung Nasuha, Yanti Suyanti.
sumber : Tempo 

5.28.2009

BARCELONA JUARA !


Barcelona akhirnya mengukuhkan diri sebagai juara Liga Champions 2009 setelak menaklukkan Manchester United 2-0 di Stadion Olympico, Roma (27/05). Ini juga merupakan gelar ketiga Barca musim ini

Samuel Eto'o dan Lionel Messi mengantar Barcelona menjuarai Liga Champions 2009. Sumbangan gol keduanya membawa "El Barca" menang 2-0 atas MU pada babak final, di Stadion Olimpico, Kamis (28/5) dini hari WIB.

Dengan itu, Barcelona berhasil mencatatkan rekor baru sebagai tim Spanyol pertama yang meraih treble dalam semusim.

Keberhasilan ini juga seakan membuktikan bahwa kesetiaan kepada filosofi sepakbola menyerang lebih ampuh daripada sepakbola taktis.

Sepanjang pertandingan final, Barcelona konsisten memainkan sepakbola menyerang. Bahkan, setelah hampir tiga kali kebobolan pada sembilan menit pertama, mereka juga terus menyerang.

Akhirnya, ketika mendapat kesempatan menyerang pada menit kesepuluh, mereka berhasil unggul lebih dulu melalui Samuel Eto'o.

Gol bermula dari umpan Andres Iniesta kepada Samuel Eto'o di tengah kotak penalti. Eto'o kemudian mengecoh Nemanja Vidic sebelum melepas tendangan keras ke sudut kiri gawang Edwin van der Sar.

Berhasil mencetak gol di momen krusial, Eto'o tak bisa menahan emosi. Usai mencetak gol, ia berlari ke pinggir lapangan, menerima pelukan rekan-rekannya dengan mata berkaca-kaca.

Emosi gol itu betul-betul membangkitkan semangat juang pasukan Pep Guardiola. Mereka lepas dari tekanan juara bertahan dan berbalik menguasai bola.

Bermodal kelincahan kecakapan menggocek bola dari para pemainnya, Barca melakukan penetrasi dan mengancam gawang lawan. Sayang, Rio Ferdinand, Vidic, dan Van der Sar berhasil mematahkan usaha tersebut.

MU sendiri bukannya tanpa peluang. Namun, karena sulit melepaskan diri dari kawalan Carles Puyol dan Gerard Pique, Wayne Rooney dkk hanya mengandalkan tendangan jarak jauh. Ini tak terlalu membahayakan bagi kiper Victor Valdes.

Tiga menit setelah babak kedua bergulir, Barcelona hampir mencetak gol kedua. Ia berhasil melewati Ferdinand di sektor kiri, tapi tendangan jarak dekatnya membentur badan Van der Sar.

Pada menit ke-52, pasukan Pep Guardiola itu lagi-lagi nyaris membuat gol. Kali ini tendangan bebas Xavi Hernandez mengarah ke kanan. Van der Sar tak kuasa menahan bola, namun si kulit bulat membentur tiang dan kembali ke lapangan permainan.

Kerja keras dan loyalitas Barcelona akhirnya membuahkan gol kedua pada menit ke-70 melalui Messi. Menerima umpan silang Xavi, Messi berhasil menanduk bola masuk ke sudut kanan atas gawang MU.

Semakin jauh meninggalkan lawan, Barcelona mulai berpikir mengamankan trofi. Guardiola pun memutuskan menarik Henry dan memasukkan Seydou Keita. Keputusan itu tepat mengingat MU sudah lebih dulu menambah daya gempur dengan memasukkan Carlos Tevez, Dimitar Berbatov, dan Paul Scholes.

Permainan kemudian berlangsung ketat di tengah. Beberapa kali MU berhasil mendapatkan peluang melalui Tevez dan Berbatov. Namun, usaha mereka tak kunjung menyusahkan Valdes.

Skor 2-0 untuk Barcelona bertahan hingga akhir laga. Barcelona menciptakan rekor baru, sekaligus mematahkan ambisi MU mempertahankan gelar juara.

Susunan pemain:
Barcelona: Valdes; Toure, Pique, Sylvinho, Puyol; Busquets, Iniesta (Pedro 92), Xavi; Henry (Keita 72), Eto'o, Messi

MU: Van der Sar; Vidic, Ferdinand, Evra, O'Shea; Carrick, Giggs (Scholes 75), Anderson (Tevez 45); Park (Berbatov 64), Rooney, Ronaldo

5.14.2009

Barcelona Juara Copa del Rey


Barcelona menjuarai Coppa del Rey setelah mengempaskan Athletic Bilbao pada pertandingan final di Stadion Mestalla, Kamis (14/5) dini hari WIB. Sukses ini membuka jalan Barcelona mencapai ambisi treble.
Kesuksesan ini bagi pelatih Barcelona Josep Guardiola merupakan trofi pertamanya sebagai seorang pelatih.

Trofi Copa del Rey ke-25 sepanjang sejarah Barcelona ini juga sekaligus mengakhiri puasa gelar dalam kurun dua musim terakhir. Pasukan Guardiola berpeluang menambah gelar juaranya karena cuma membutuhkan satu angka saja untuk menjuarai La Liga. Selain itu mereka juga melaju ke final Liga Champions melawan Manchester United.

Barcelona sempat tertinggal 0-1 seusai Gaizka Toquero menaklukkan Jose Pinto pada menit kesembilan. Memanfaatkan sepak pojok Francisco Navarro Yeste, Toquero menanduk bola melesak di celah tiang jauh gawang Pinto.

Barcelona baru mampu menyamakan kedudukan melalui Yaya Toure pada menit ke-30. Dari luar kotak penalti, Yaya mengempaskan bola ke sudut kanan bawah gawang Gorka Iraizoz.

Daya juang Bilbao berhasil meredam ambisi menang "Blaugrana". Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Barcelona menaikkan tempo permainan. Bermodal penguasaan bola, mereka mendikte permainan Bilbao.

Setelah menunggu hingga menit ke-54, Barcelona akhirnya unggul 2-1 melalui Lionel Messi. Memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Samuel Eto'o yang ditepis Iraizoz, Messi menyepak bola ke tengah gawang Bilbao.

Empat menit kemudian, Barcelona memperbesar keunggulan menjadi 3-1. Kali ini, Bojan Krkic yang mempermalukan Iraizoz.

Menggiring bola sendirian masuk kotak penalti, Bojan berhadapan dengan Iraizoz. Dengan dingin, Bojan melepaskan bola ke sudut kiri bawah gawang Bilbao.

Pada menit ke-64, Barcelona memastikan gol keempatnya. Sekarang, Xavi Hernandez yang memaksa Iraizoz memungut bola dari dalam gawangnya.

Dipercaya mengeksekusi tendangan bebas, Xavi menembakkan bola ke sudut kanan atas gawang Bilbao. Bola begitu tipis melesak tepi dalam gawang sehingga tak terjangkau Iraizoz.

Gol Xavi menghanguskan asa dan mimpi Bilbao mengangkat trofi. Meski masih sesekali menyelipkan serangan, Bilbao tak juga menambah gol. Sementara Barcelona yang tampak sudah puas memilih menurunkan tempo dan mengurangi serangan. Keunggulan 1-4 bertahan hingga akhir laga. (EURO)

4.25.2009

Barcelona Benamkan Sevilla 4-0

Barcelona sekali lagi memperlihatkan dominasinya dengan menekuk Sevilla 4-0, Rabu 22 April 2009 (Kamis dinihari WIB).

Bermain di Nou Camp, gol-gol Barca disumbang oleh empat pemain yang berbeda. Yaitu Andres Iniesta di menit 3, Samuel Eto'o (16'), Xavi Hernandez (49') dan Thierry Henry di menit 54.

Gol pertama El Barca tercipta indah dari tendangan berjarak 20 yard. Iniesta menyusup di antara defender Sevilla dan diakhiri tembakan yang membuat kiper Javi Varas Herrera terperangah.

Hanya butuh 13 menit buat Azulgarana menambah keunggulan lewat strikernya Eto'o. Namun, lagi-lagi Iniesta jadi aktor di balik kesuksesan Eto'o dengan memberi umpan ciamik.

Masuk babak kedua, gantian Xavi yang merobek jala Varas. Pemain Spanyol itu berhasil memaksimalkan umpan dari Henry yang lolos perangkap Off side.

Hanya berselang lima menit, malah Henry ikut-ikutan menambah skor el Barca. Striker Perancis itu wajib berterima kasih pada Iniesta yang kembali memberinya umpan matang.


Susunan Pemain
Barcelona: Valdés; Alves, Márquez,Pique, Abidal; Iniesta (Hleb'59),Xavi, Touré, Keita; Henry, Eto'o.

Sevilla: Varas; Mosquera (Konko'65), Squillaci, Escudé, Navarro; Capel, Maresca, Romaric, Navas; Koné (Kanouté'47), Fabiano (Renato'56).

VIVAnews

4.02.2009

Tim Favoritku Permalukan Bolivia

Waduuh.......... Gawat niih Favorit gue kok bisa seperti ini, kalah dari BOLIVIA dengan skor telak lagi 6-0. Don Diego apa yang terjadi dengan TIM ini, tapi biar bagaimana pun Bravo Argentina, Viva Tango lanjutkan terus perjuanganmu dunia belum berakhir.
Diego Maradona tidak mampu berkata-kata banyak usai pertadingan melawan Bolivia. Dia mengaku sangat malu karena dibantai 6-1 oleh tuan rumah.

Tidak ada ucapan lain yang keluar dari mulut El Diego selain ucapan selamat dan rasa sesal yang mendalam atas hasil buruk itu.

"Tidak ada yang bisa saya katakan lagi. Bolivia tampil sangat impresif pada pertandingan itu dan kami tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat mereka mencetak gol," ungkap Maradona.

"Jujur, saya merasa sangat kecewa. Kekalahan itu sangat menyesakkan, rasanya seperti ditikam belati,"

Berkaca dari kekalahan itu, Maradona berharap seluruh tim mau bekerja lebih keras lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di waktu mendatang. Lebih dari itu, Maradona juga menyatakan siap membalaskan dendam jika ada kesempatan


Hasil tersebut seakan menghapus empat kemenangan sebelumnya yang diraih Maradona setelah resmi menangani timnas Argentina pada pada Oktober tahun lalu. Padahal baru akhir pekan kemarin Lionel Messi cs memetik kemenangan meyakinkan dengan skor 4-0 atas Venezuela.

Jalannya pertandingan

Menjalani laga di Stadion Hernando Siles, La Paz, yang terletak 3.637 meter di atas permukaan laut dimanfaatkan betul oleh tuan rumah untuk meraih keuntungan maksimal. Sebuah upaya yang terbukti efektif karena gawang Argentina sudah bobol saat laga beru berjalan 11 menit melalui Marcelo Moreno.

Dalam kurun 13 menit tim tamu memang mampu menyamakan kedudukan lewat Luis Oscar Gonzalez, namun itulah satu-satunya gol Argentina dalam laga tersebut.

Sebelum turun minum saja Bolivia sudah unggul 3-1 melalui dua gol tambahan yang dilesakkan Joaquin Botero dari titik putih di menit 33. Sementara satu gol lainnya datang dari Alex Da Rosa tepat satu menit sebelum turun minum.

Keperkasaan Bolivia semakin menjadi-jadi di paruh kedua. Joaquín Botero mengubah kedudukan menjadi 4-1 melalui golnya di menit 53 sebelum mencetak gol ketiganya alias hat-trick 12 menit berselang.

Masalah Argentina bertambah di menit 67 saat mereka dipaksa bermain dengan 10 orang menyusul diusirnya Angel Di Maria. Kondisi yang kembali dimanfaatkan dengan sangat baik oleh tuan rumah saat mereka mampu melesakkan gol terakhir atau yang keenam melalui Didi Torrico di menit 86.

Susunan Pemain

Bolivia: Carlos Erwin Arias, Luis Gatty Ribeiro, Juan Manuel Peña Montano, Abdon Reyes (Ignacio García '54), Ronald Rivero, Alex Da Rosa (Mauricio Saucedo '68), Didi Torrico, L Reyes, Ronald Garcia (Walter Flores '78), Joaquin Botero, Marcelo Moreno

Argentina: Juan Carrizo, Javier Zanetti, Martín Demichelis, Gabriel Heinze, Emiliano Papa, Maxi Rodriguez (Angel Di María '56), Javier Mascherano, Fernando Gago, Luis Oscar Gonzalez (Marcos Angeleri '68), Lionel Messi, Carlos Tevez (Daniel Montenegro '75)

3.23.2009

El Barca berpesta gol ke gawang CD Malaga


Pimpinan klasemen sementara La Liga Barcelona terus menunjukkan tajinya sebagai kandidat terkuat juara musim ini. Itu setelah El Barca berpesta gol ke gawang CD
Malaga 6-0 pada jornada ke-28 di Stadion Camp Nou, Senin (23/3/2009).

Ya, kemenangan ini terus memantapkan Los Azulgrana di pucuk klasemen dengan koleksi 69 poin sekaligus menjaga jarak dengan rival abadinya Real Madrid dengan selisih enam poin. Sedangkan bagi Malaga, kekalahan ini memaksa mereka terperosok dua peringkat ke posisi delapan dengan perolehan 43 poin.

Pada pertandingan tersebut, Barca memang tampil jauh lebih superior ketimbang tim tamu. Alhasil, Barca tak butuh waktu lama untuk membuka keunggulan. Pada menit ke-19, Xavi Hernandez membuka parade gol Barca lewat satu sentuhan manis setelah memanfaatkan umpan Samuel Eto'o. 1-0 Barca unggul.

Belum sempat bangkit, enam menit berselang gawang Racing yang dikawal Inaki Goitia kembali bobol lewat aksi Lionel Messi yang berhasil menerobos barisan belakang Malaga sebelum melepaskan tembakan terarah yang tak kuasa dihentikan Goitia. 2-0 untuk Barca. Gol ini menjadi koleksi gol ke-30 bintang Argentina itu sepanjang musim ini.

Tak puas mencetak dua gol, Barca terus membombardir pertahanan Malaga. Alhasil, pada menit ke-32 Thierry Henry berhasil membuat timnya unggul 3-0. Memanfaatkan umpan Xavi, bomber asal Prancis itu sukses mengecoh Goitia sebelum melepaskan tembakan yang meluncur mulus ke gawang.

Di penghujung babak pertama, Samuel Eto'o melengkapi koleksi gol trisula maut Barca yang sebelumnya dicetak Messi dan Henry pada menit ke-44. Lagi-lagi, gol berawal dari umpan Xavi yang kemudian diselesaikan dengan sempurna Eto'o lewat tembakan yang bersarang di sudut jauh Goitia. Keungulan 4-0 Barca bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Barca tak juga mengendurkan tempo pertandingan dan terus menekan pertahanan Malaga. Alhasil, lima menit berselang, bek asal Brasil Dani Alves turut mencatatkan namanya pada papan skor sekaligus mengubah skor menjadi 5-0 untuk Barca.

Berawal dari kejeniusan Andres Iniesta dalam memberikan umpan lob indah yang melewati barisan belakang Malaga, Alves yang naik membantu serangan berhasil mengontrol bola tersebut sebelum akhirnya memperdaya Goitia lewat satu sentuhan manis.

Tertinggal lima gol, mental para pemain Malaga hancur berantakan. Alhasil mereka pun hanya bermain bertahan sambil sesekali melancarkan serangan balik tanpa mampu meladeni permainan kolektif para pemain Barca. Menyadari mental bermain lawannya ambruk, El Barca semakin leluasa mendominasi jalannya laga.

Terbukti, Barca berhasil melengkapi parade golnya menjadi setengah lusin (6-0) lewat gol penutup yang diciptakan Eto'o pada menit ke-56. Berawal dari bola muntah hasil akselerasi Sylvnho, Henry yang menerima bola rebounds memberikan umpan manis kepada Eto'o untuk kemudian melepaskan tembakan terarah yang tak kuasa di bendung Goitia. Hingga laga usai, Barca semakin jumawa menatap trofi La Liga dengan kemenangan telak 6-0 atas Malaga.

Susunan Pemain:
Barcelona: V. Valdes, Daniel Alves, Rafa Marquez, Jose Martin Caceres, Sylvinho, Yaya Toure/S. Keita, Xavi/Bojan Krkic, Iniesta/E. Gudjohnsen, Messi, Thierry Henry, Eto'o.

Malaga: Goitia, Jesus Gamez/Manolo, Helder Rosario, Iban Javier Cuadrado, Nacho, Apono, Lolo/Duda, Eliseu Pereira, Fernando, Luque, Salva.